




Hope you can find what you need here...



Suatu hari, 7 Engineer dan 7 Dokter ingin melakukan perjalanan menuju PUNE...


Seorang pemuda yg duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yg Anda lakukan Pak.Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yg sebelah juga?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup – jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil & merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.
Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Berkeras hati dan berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yg lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. Karena tiada badai yg tak berlalu. Tiada pesta yg tak pernah usai. Semua yg ada di dunia ini tiada yg abadi.
I like these words. They remind me, what friend means. They just like another angel God sends. Always there when we need...
Ada 4 lilin yang sedang menyala, sedikit demi sedikit meleleh. Dalam kesunyian terdengar percakapan mereka : Lilin 1: “Aku adalah damai, tapi manusia tidak mengajakku lagi, aku tak lagi berguna, lebih baik aku matikan saja diriku”. Lalu sang lilin “mematikan dirinya”. Lilin 2: “Aku adalah iman, aku juga tidak berguna lagi bagi manusia, mereka tidak pernah mengajakku lagi, lebih baik aku tidak menyala saja! Lalu “tiupan angin” mematikan lilin 2. Lilin 3: “Aku adalah cinta, tapi aku juga tak berguna bagi manusia, karena mereka selalu saling membenci, bahkan membenci orang yang dicintainya atau yang mencintainya; jadi lebih baik aku matikan saja diriku. Maka lilin 3 pun mati. Tiba-tiba seorang anak kecil masuk kedalam ruangan itu. Karena “menghadapi kegelapan” anak itu berteriak, “Kenapa kalian mati!? Aku takut kegelapan,” katanya sambil menangis tersedu-sedu. Lalu sang anak mengambil lilin 4. Dengan lilin itu dinyalakannya ketiga lilin yang sudah mati, sehingga ruangan menjadi terang kembali, lebih terang dari sebelumnya. Ternyata lilin 4 itu adalah H A R A P A N.
Lalu lilin 4 berkata: “Anak kecil, jangan menangis, selama masih ada aku! Mari.. kita nyalakan ke3 lilin itu.”


Gereja ini lahir di San Fransisco, California, pada malam spring festival atau Walpurgis 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey. Sebuah kelompok yang dinamakan The Order of the Trapezoid dan lahir pada tahun 1950-an menjadi badan pengurus geraja setan. Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas LaVey diantaranya meliputi Carin de Plessen (yang tumbuh di Istana Kerajaan Denmark), Dr. Cecil Nixon (ahli sulap, eksentris, and penemu automaton), sutradara Kenneth Anger, Asesor kota Russell Wolden, antropolog Michael Harner, penulis Shana Alexander, dan beberapa koleganya yang lain.


*A boy's best friend is his mother.
-- Joseph Stefano


When you were 1 year old, she fed you and bathed you.
♥You thanked her by crying all the night.
When you were 2 years old, she taught you to walk.
♥You thanked her by running away when she called.
When you were 3 years old, she made all your meals with love.
♥You thanked her by tossing your plate on the floor.
When you were 4 years old, she gave you some crayons.
♥You thanked her by coloring the dinning room table.
When you were 5 years old, she dressed you for the holidays.
♥You thanked her by looping into the nearest pile of mud.
When you were 6 years old, she walked you into school.
♥You thanked her by screaming, “I’M NOT GOING”.
When you were 7 years old, she bought you a baseball.
♥You thanked her by throwing it through the next-door-neighbor window.
When you were 8 years old, she handed you an ice cream.
♥You thanked her by dripping it all over you lap.
When you were 9 years old, she paid for piano lessons.
♥You thanked her by never even bothering to practice it.
When you were 10 years old, she drove you all day, from soccer to gymnastic to one birthday party after another.
♥You thanked her by jumping out of the car and never looking back.
When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.
♥You thanked her by asking to sit in the different row.
When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.
♥You thanked her by waiting until she left the house.
When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.
♥You thanked her by telling her she had no taste.
When you were 14, she paid for a month away at summer camp.
♥You thanked her by forgetting to write a single letter.
When you were 15, she came home from work, looking for a hug.
♥You thanked her by having your bedroom door locked.
When you were 16, she taught you how to drove her car.
♥You thanked her by taking it every chance you could.
When you were 17, she was expecting an important call.
♥You thanked her by being on the phone all night.
When you were 18, she cried at your school graduation.
♥You thanked her by staying out partying until dawn.
When you were 19, she paid for your college tuition, drove you to campus, carried your bags.
♥You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn’t be embarrassed in front of you friends.
When you were 20, she asked whether you were seeing anyone.
♥You thanked her by saying “It’s none of you business”.
When you were 21, she suggested certain careers for your future.
♥You thanked her by saying “I don’t want to be like you”.
When you were 22, she hugged you at your college graduation.
♥You thanked her by asking whether she could pay for a trip to Europe.
When you were 23, she gave you furniture for your first apartment.
♥You thanked her by telling your friend it was ugly.
When you were 24, she met your fiancee and asked about your plans for the future.
♥You thanked her by glaring and growling, “Muuhh-ther, please!”
When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried and told how deeply she loved you.
♥You thanked her by moving halfway across the country.
When you were 30, she called with some advice on the baby.
♥You thanked by telling her, “Things are different now.”
When you were 40, she called to remind you of a relative’s birthday.
♥You thanked her by saying you were “really busy right now.”
When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.
♥You thanked her by reading about the burden parents become to their children.
★★And then, one day, she quietly died. And everything you never did, came crashing down like thunder on your heart.
If she’s still around, never forget to love her more than ever. And if she’s not, remember her unconditional love


Name Of The State : West Papua
The Flag National Flag : Morning Star
*One third of the flag is a field of red, which stands for courage.
Diseño de ThaSlayer | A Blogger por Blog and Web